Pemkab Keerom Mendukung Pencegahan dan Pengendalian Malaria di Kabupaten Keerom

Pemkab Keerom Mendukung Pencegahan dan Pengendalian Malaria di Kabupaten Keerom

Keeromkab.go.id –  Asisten I  Lukas Saranga,S.Sos  mewakili Bupati Keerom memimpin kegiatan rapat kerja malaria center .Selain itu hadir juga kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom Dr.Faustina Helena Burdam ,MPH. ,Sekretaris perwakilan UNICEF serta para kepala Dinas setiap SKPD .Pada kesempatan tersebut Asisten I dalam rangka menyukseskan program “ Keerom Bebas Malaria dan Papua Bebas Malaria” yang di targetkan 2030 mendatang , maka program dan tahapan tersebut terus dilakukan dengan dukungan seluruh pihak terkait terutama masyarakat di seluruh kampung dikabupaten Keerom .

Asisten I  Lukas Saranga,S.Sos pada saat pembukaan rapat malaria cen

Saat ini di Kabupaten Keerom telah ada Malaria Center yang bertugas untuk membantu masyarakat menangani bagaimana supaya malaria ini berkurang, kita ketahui Keerom sebagai salah satu Kabupaten di Indonesia Timur dari data yang di peroleh itu penderita malaria cukup tinggi ,termasuk di distrik Skanto dan diikuti ARSO III . Hari ini adalah kegiatan yang kesekian kalinya , sebagai tindak lanjut dari di bentuknya malaria center di Kabupaten Keerom .Maka tahapan- tahapan yang dilakukan bisa di lakukan masyarakat untuk meminimalkan atau memberantas malaria dengan cara : Menanam tumbuhan  yang bisa mencegah nyamuk masuk kedalam rumah seperti :’  Bunga Lavender.

Kadinas Kesehatan Kabupaten Keerom,Dr.Faustina Helena Burdam ,MPH,saat memberikan keterangan

Kadinas Kesehtan Kabupaten Keerom Dr.Faustina Helena Burdam ,MPH menjelaskan untuk mewujudkan Keerom bebas Malaria , maka pemberantasan malaria dilakukan secara bertahap dan salah satu fokusnya adalah bagaimana pencegahan di masyarakat untuk tak terkena malaria.

Namun saat ini masih banyak masyarakat yang tak peduli akan hal itu misalnya bagaimana tidur dengan mengunakan kelambu , bagaimana sanitasi lingkungan / saluran air pembuangan sebagai sarang nyamuk , sahutnya.

Ia menambahkan kalua soal pengobatan , sejak dulu hingga sekarang tetap dilakukan , namun yang penting saat ini bukan masalah pengobatan namun bagaimana pencegahan dan penularannya yang harus di cegah. DISKOMINFO(ty)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *