Keerom : Episentrum Ekonomi di Papua

Keerom : Episentrum  Ekonomi di Papua

Bupati Keerom, Papua Piter Gusbager dalam paparannya di Indonesia Visionary Leader (IVL) 11 menyampaikan bahwa sektor pertanian dan peternakan menjadi unggulan Kabupaten Keerom. Pihaknya tengah me rancangkan menjadi daerah penyuplai pangan untuk daerah tetangga seperti kabupaten dan Kota Jayapura. Keerom meru pakan penghasil sayur-mayur, buah-buahan, telur, dan daging. Potensi ekonomi inilah yang akan dioptimalkan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.

“Sebanyak 63% dari sekitar 62.000 total penduduk (Kabupa ten Keerom) bekerja di sektor pertanian. Pemkab Keerom akan membuka ladang jagung seluas 20.000 hektare. Pada tahap awal, lahan yang dibuka sekitar 10.000 hektare. Nanti 500 hektare dulu dengan bantuan PUPR dan Kementerian Pertanian. Penanaman awal pada Agustus (nanti),” ujarnya.

Piter terang-terangan meng inginkan Keerom sebagai episentrum dari segitiga kawasan di Papua. Langkah-langkah strategi pun sudah dilakukan, mulai dari pembangunan infrastruktur jalan untuk membuka akses, revitalisasi pasar, pembangunan rumah potong hewan (RPH), hingga mengirim putra-putri Keerom ke luar daerah.

Keerom tak melupakan tentang penting sumber daya manusia (SDM). Piter mengungkapkan mempunyai program 100 dokter.Ini investasi jangka panjang untuk memajukan daerah dan mendongkrak kesejahteraan masyarakat. “Kami kirim ke universitas ke luar daerah. Nanti akan lahir sarjana dan diploma di berbagai bidang ilmu. Kelak mereka kembali untuk membangun,” paparnya.

Piter menginginkan masyarakat dan perekonomian mandiri. Selama ini, roda perekonomian Keerom sangat tergantung pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) atau negara (APBN).
Pemkab mencoba terobosan dengan usaha menarik investor di bidang pakan ternak dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Jika semua ini berjalan, akan membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan masyarakat. “PLTS bekerja sama dengan investor dari Jerman. Intensitas matahari di Keerom cukup tinggi. Ini untuk menjawab persoalan energi. Kami akan pakai solar farming yang dikonversi menjadi energi. Nanti kami akan jual ke daerah pegunungan tengah. Bah kan, hasil kalkulasi investor bisa membantu Jayapura. Energinya empat kali lipat dari Jayapura,” tandasnya.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *