Oct 04

Aksi Konvergensi Pencegahan STUNTING di Keerom

Kepala Bappeda Keerom Agus Salim, SKM yang juga sebagai Ketua Tim Percepatan Pencegahan Stunting di Kabupaten Keerom membuka Rapat Koordinasi dan Konvergensi Pencegahan Stunting di Aula Bappeda Arso Kota pada Rabu, 2 Oktober 2019.

Dalam sambutannya, Agus Salim menyampaikan bahwa Stunting atau sering disebut kerdil atau pendek adalah kondisi dimana seseorang mengalami gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis dan stimulasi psikososial, serta paparan infeksi berulang terutama dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dari janin hingga anak berusia 2 tahun. Stunting tidak hanya menyebabkan hambatan pertumbuhan fisik dan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit, tetapi juga mengancam perkembangan kognitif (tingkat kecerdasan) dan produktivitas anak di masa dewasanya. Dalam jangka panjang, Stunting dapat mengakibatkan kerugian ekonomi pada angkatan kerja, yg pada saat ini di Indonesia diperkirakan mencapai 10,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau setara dengan Rp.386 Triliun.

Selanjutnya, ditambahkan bahwa penurunan Stunting di Kabupaten Keerom menitikberatkan pada penanganan penyebab langsung dan tidak langsung. Penyebab langsung berupa masalah gizi pada anak, sedangkan tidak langsung meliputi ketersediaan dan pola konsumsi rumah tangga, pola pemberian ASI dan penyediaan Makanan Pendamping ASI, pola asuh psikososial, kebersihan dan sanitasi, pelayanan dan kesehatan lingkungan.
Hal ini harus menjadi fokus, komitmen dan kerjasama terpadu semua OPD untuk bersinergi dan kontinu membuat kebijakan terkait pencegahan Stunting. Karena, berdasarkan hasil pengumpulan dan penghitungan data Stunting di Kabupaten Keerom sampai bulan Juli 2019, diperoleh data 15,73% kasus. Artinya, rata-rata terdapat 15 dari 100 anak balita (atau 1 dari 6 anak) di Kabupaten Keerom mengalami Stunting.

Adapun tujuan rapat koordinasi ini, menurut Ketua Panitia dari Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom, Yulian Franklin Uriager, SKM., M.Kes antara lain:
1) Menindaklanjuti Keputusan Bupati Keerom Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pembentukan Tim Percepatan dan Pencegahan Stunting di Kabupaten Keerom;
2) Menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Keerom Nomor 444/571/BUP tentang Implementasi Komunikasi Perubahan Perilaku Masyarakat Untuk Mencegah Stunting;
3) Menyatukan persepsi OPD mengenai pencegahan Stunting, sekaligus pembagian peran dalam rangka Aksi Konvergensi lintas sektor (program) untuk mencegah Stunting di Kabupaten Keerom.

Dalam Aksi Konvergensi kali ini, Panitia menghadirkan Jhon Sawaky dari utusan Kementerian Dalam Negeri sebagai Narasumber Utama, dimana pesertanya melibatkan Kepala OPD yang tergabung dalam Tim Pencegahan Stunting dan para Kepala Puskesmas se-Kabupaten Keerom. Dari hasil pertemuan ini, diharapkan adanya kesepakatan dan komitmen bersama dalam pelaksanaan program pencegahan Stunting secara komprehensif dan terintegrasi di Kabupaten Keerom, yang dimulai dari menganalisa situasi dan menetapkan akar masalah, menentukan faktor penyebab dan faktor resiko, menyusun perencanaan, membagi peran dan tanggungjawab seluruh pemangku kepentingan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan (Aksi Konvergensi), serta melakukan pemantauan dan evaluasi secara bersama dan berkesinambungan.

Sebagaimana yang tertuang dalam Keputusan Bupati Keerom Nomor 66 Tahun 2019, Tim Percepatan dan Pencegahan Stunting Kabupaten Keerom Tahun 2019 adalah sebagai berikut:
- Pembina : Bupati dan Wakil Bupati Keerom;
- Pengarah : SEKDA Keerom;
- Ketua : Kepala Bappeda Keerom;
- Wakil Ketua : Kepala Dinas Kesehatan;
- Sekretaris : Sekretaris Dinas Kesehatan;
- Wakil Sekretaris : Sekretaris Bappeda;
- Pokja Perencanaan : Kabid Sosbud Bappeda (Ketua), Kasubag Program Dinas Kesehatan (Sekretaris), serta Kepala BPKAD, Kepala DPMK, Kepala DLH, Kabid Fispra Bappeda, dan Kabag Tata Pemerintahan SETDA sebagai Anggota;
- Pokja Intervensi Gizi Spesifik dan Sensitif : Kepala DPPKB (Ketua), Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes (Sekretaris), serta Kepala DKP, Kepala Dinsos, Kepala Distan, Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes, Direktur RSUD Kwaingga, Pokja IV Bidang Kesehatan TP PKK, dan Ketua PERSAGI Keerom sebagai Anggota;
- Pokja Pembinaan dan Peningkatan SDM : Kepala Disdikbud (Ketua), Kabid SDK Dinkes (Sekretaris), serta Kepala DPPPA, Kepala Disdukcapil, Kepala Dinas PUPR, Kabag Hukum SETDA, dan Kabag Tata Pemerintahan SETDA sebagai Anggota;
- Pokja Sosialisasi dan Publikasi : Kepala Diskominfo (Ketua), Kabid PP dan P Dinkes (Sekretaris), serta Kepala DPKPP, Kepala Dishub, Kepala Dinas Perindagkop, Ketua TP PKK Keerom, dan Kabag Humas, Protokoler SETDA sebagai Anggota;
- Sekretariat Tetap : Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kab. Keerom.

Author: Ir_Keerom

Kabupaten Keerom ©2017 | All rights reserved.