Seputar PPID

LATAR BELAKANG
Pemberlakuan Undang–undang Nomor  14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) pada 30 April 2010 merupakan Momentum Penting dalam mendorong Keterbukaan Informasi di Indonesia, khususnya di Kabupaten keerom.
Salah satu tugas Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) adalah menyediakan akses informasi publik bagi pemohon informasi.
LANDASAN HUKUM
1.    Undang-undang  Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik
2.    Perbup Keerom No. 8/2016 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja PPID di lingkungan Pemerintah Kabupaten Keerom
3.    Kepbup Keerom No.82/2016 tentang Penetapan PPID, Tim Pertimbangan Informasi dan Dokumentasi (TPID), Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Pembantu (PPIDP) dan Sekretariat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (SPID) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Keerom
TUJUAN
1.    Mendorong terwujudnya implementasi Undang– undang Keterbukaan Informasi Publik secara efektif dan hal–hal publik terhadap informasi yang berkualitas dapat terpenuhi
2.    Memberikan standart bagi pejabat PPID dalam melaksanakan Pelayanan Informasi Publik
3.    Meningkatkan Pelayanan Informasi Publik di lingkungungan Organisasi/Lembaga Publik untuk menghasilkan layanan informasi publik yang berkualitas
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
1.    Operasional Pelayanan Informasi Publik
Untuk melaksanakan pelayanan informasi perlu didukung oleh :
 - Front Office meliputi: Desk Layanan Langsung & Desk Layanan  melalui Media
 - Back Office meliputi: bidang pelayanan dan dokumentasi informasi, bidang pengolahan data dan klasifikasi informasi dan bidang penyelesaian sengketa informasi
2.    Desk Informasi Publik
Untuk memenuhi dan melayani permintaan dan kebutuhan pemohon informasi publik, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) melalui Desk Layanan Informasi Publik melakukan layanan langsung dan layanan melalui Media antara lain menggunakan telepon, medsos, e-mail dan website

Author: Super User Filed Under:
- Profil Kab. Keerom Published Date Hits: 2870

Sejarah Singkat Kabupaten Keerom

Kabupaten Keerom dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Sarmi, Kabupaten Keerom, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Waropen, Kabupaten Kaimana, Kabupaten Bouven Digul, Kabupaten Asmat, Kabupaten Mappi, Kabupaten Teluk Wondama, Kabupaten Teluk Bintuni, di Provinsi Papua (Lembaran Negara Tahun 2002 Nomor 129, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4245), dengan luas wilayah 9.365 Km².
Tata letak Kabupaten Keerom secara geografis berbatasan langsung dan berada memanjang di daerah perbatasan Republik Indonesia dengan Negara Papua New Guinea (PNG). Sedang secara Astronomis terletak pada 2037’00” - 400’0” LS, dan 140015’0” - 14100’0” BT. Kabupaten Keerom memiliki batas-batas wilayah administrasi sebagai berikut :
- Sebelah Utara berbatasan dengan Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura.
- Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Pegunungan Bintang.
- Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Jayapura.
- Sebelah Timur berbatasan dengan Negara Papua New Guinea (PNG).
Pada awal pembentukannya Kabupaten Keerom terdiri dari 5 (lima) distrik (Distrik Arso, Skanto, Waris, Senggi dan Web) dengan 48 kampung. Pada tahun 2007 berkembang menjadi 7 (tujuh) distrik dan 61 kampung dengan tambahan Distrik Arso Timur dan Towe, serta pada tahun 2014 dicanangkan untuk pemekaran distrik menjadi 11 (sebelas) distrik dan 91 kampung dengan penambahan Distrik Arso Barat, Mannem, Yaffi, dan Kaisenar yang realisasinya baru dilaksanakan di tahun 2015 akhir.

Author: Pace Obed Filed Under:
- Profil Kab. Keerom Published Date Hits: 11145

Arti dan Makna Lambang Daerah Kabupaten Keerom

Arti dan Makna Lambang Daerah Kabupaten Keerom :

  1. Bentuk Perisai Segi Lima, melambangkan falsafah hidup bangsa yang sesuai dengan Pancasila dan mengungkapkan sifat ksatria, ketahanan dan kewaspadaan seluruh masyarakat dalam mengupayakan terwujudnya cita-cita luhur yang diharapkan. Garis tepi atau konter tepi berwarna merah, mengandung pengertian satu tekad dan keberanian menjaga dan mempertahankan keutuhan daerah sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia serta mempertahankan jati diri masyarakat Keerom;
  2. Buah Padi Berjumlah 17 (Tujuhbelas) Butir, melambangkan tanggal 17 (Tujuhbelas) Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Buah Kapas Berjumlah 8 (Delapan) Kelopak, melambangkan bulan ke delapan pada tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 1945;
  3. Gunung, melambangkan tempat tersimpannya sumber daya alam Keerom;
  4. Tugu, melambangkan letak Kabupaten Keerom yang berada pada batas Negara Republik Indonesia dan Papua New Guinea (PNG);
  5. Fondasi Yang Terdiri dari Terap-Terapan Bersusun 3 (Tiga) Warna Putih dan Merah Bata, melambangkan keterpaduan antara Agama, Pemerintah dan Masyarakat. Pada fondasi tersebut terdiri dari 12 (Duabelas) kotak-kotak merah dan 4 (Empat) kotak-kotak putih yang mengandung makna tanggal 12 (Duabelas) dan bulan April, yaitu Tanggal dan Bulan terbentuknya Kabupaten Keerom;
  6. 2 (Dua) Alat Tiup dan Terompet Kayu, melambangkan benda budaya tradisional buatan masyarakat Keerom yang dimaknai sebagai suatu keterpaduan masyarakat asli (pribumi) dan masyarakat pendatang yang menetap dan ikut menjadi bagian dari masyarakat Keerom;
  7. Tulisan Kabupaten Keerom dan Motto atau Semboyan, yang ditulis berlatar belakang warna kuning emas melambangkan terbentuknya Kabupaten Keerom didasarkan pada maksud yang luhur dan mulia. Kalimat motto atau Semboyan Tamne Yisan Kefase mengandung arti Mari Kita Bersatu Bersepakat untuk Membangun Keerom.
Author: Pace Obed Filed Under:
- Profil Kab. Keerom Published Date Hits: 4791