Feb 28

KEPALA KAMPUNG JIFANGGRY KAB. KEEROM TERIMA UANG TUNAI Rp25 JUTA

Pemerintah Kabupaten Keerom melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) berkomitmen untuk Tahun Anggaran 2018 ini, pengelolaan Anggaran Desa (Dana Desa dan Alokasi Dana Desa) harus lebih efektif dan optimal dari tahun sebelumnya, terutama pada kampung-kampung Orang Asli Papua (OAP).

 

Ada 3 (tiga) hal yang akan dicapai pada tahun 2018 oleh Kepala DPMK Triwarno Purnomo melalui acara Sosialisasi Peraturan Bupati tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Anggaran Desa dan Penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Kampung (APBK) Tahun 2018 di Gedung Pramuka Arso Swakarso Keerom, Selasa (27/2) yaitu: perencanaan yang matang, pelaksanaan yang optimal dan pelaporan yang tepat waktu. “Atas dasar tiga hal tersebutlah, maka hari ini kita menggelar acara ini”, demikian kata Kepala DPMK.

Acara tersebut diikuti oleh 11 (sebelas) Kepala Distrik (Distrik Arso, Arso Barat, Arso Timur, Skanto, Mannem, Waris, Yaffi, Senggi, Keisenar, Web dan Towe) dan 91 (sembilan puluh satu) aparat kampung yang masing-masing diwakili oleh Kepala Kampung, Sekretaris Kampung dan Ketua Bamuskam (Badan Musyawarah Kampung).

Selanjutnya, Bupati Keerom H. Muh. Markum, SH., MH., MM dalam sambutannya diawali dengan menanyakan langsung pada Kepala Distrik dan Tim Pendamping tentang kampung yang dianggap berhasil, serta juga Inspektur Daerah Keerom tentang hasil audit Pengelolaan Anggaran Desa Tahun 2017, terutama pada 47 (empat puluh tujuh) kampung Orang Asli Papua (OAP). Sontak, hal tersebut membuat seluruh peserta, undangan dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir menjadi serius dan fokus pada satu per satu yang ditanya.

“Saya sudah punya data, tapi saya mau tahu dari Saudara langsung saat ini, kampung mana yang di Tahun 2017 kemarin dinilai berhasil melaksanakan programnya yang menyentuh kepentingan warganya, terutama kampung-kampung di Wilayah Pembangunan II dan III atau kampung-kampung OAP”, demikian beliau menanyakan pada Tim Pendamping Kampung dan Kepala Distrik yang hadir. “Kalau jawaban dan penilaian Saudara tidak cocok dengan data saya, maka berarti saya meragukan kinerja Saudara, jangan-jangan Saudara hanya susun laporan di atas kertas dan bekerja di kota saja namun tidak pernah turun dan bekerja mendampingi kepala-kepala kampung kita, jangan sampai saya temukan hal demikian dan saya tidak akan mentolerir hal-hal tersebut terutama yang berhubungan dengan hajat hidup masyarakat dan hak-hak masyarakat miskin”.

Pada kesempatan tersebut, melalui penilaian Kepala Distrik Yaffi dan Laporan Inspektur Daerah Keerom, Bupati Keerom mengapresiasi dan memberikan hadiah uang tunai sebesar Rp25 juta secara langsung kepada Kepala Kampung Jifanggry Distrik Yaffi Bpk. Agus Sabeab yang berhasil dan bersih dari audit bersama Inspektorat Daerah dan BPKP Papua dalam mengelola Dana Desa Tahun 2017 khususnya kampung Orang Asli Papua (OAP). Apresiasi tersebut beliau berikan untuk memotivasi para aparat kampung lainnya agar di Tahun 2018 ini mampu mengelola anggarannya dengan baik, efektif dan bermanfaat serta tepat dalam memberikan laporan.

Author: Ir_Keerom Last Updated: Wednesday, 28 February 2018 11:59 Hits: 298

Kabupaten Keerom ©2017 | All rights reserved.